Sunday, 8 June 2008

Naik Kereta Api ke Bogor




Waktu ditanya ke Raiyan, besok mau berenang atau naik kereta api, spontan dia memilih untuk naik kereta api. Jadilah hari Sabtu kemarin, jam 9.30 pagi udah sampai Stasiun Gambir, menunggu kereta api Pakuan Express AC Jakarta – Bogor, harga tiketnya Rp. 11000. Keretanya sendiri baru tiba jam 10.00 dan lumayan penuh. Banyak penumpang yang pelesiran sambil bawa keluarga dan anak-anak. Kalo nggak pake mobil gw emang paling seneng ke Bogor naik kereta Pakuan ini, soalnya selain cepat, keretanya juga bersih dan ACnya dingin. Walau cuma kereta bekas hibah dari Jepang, kondisinya masih bagus banget.
Setelah menempuh perjalanan selama 45 menit sampailah di Stasiun Bogor jam 10.45. Tujuan pertama adalah Mie Ayam Apollo. Mie ayam ini ada di buku wisata kulinernya Jalansutra dan memilih makan di sini karena dekat stasiun. Nggak perlu pusing nyari-nyari jalannya karena gw kan naik angkutan umum. Lokasinya di Pasar Anyar Blok CD. Dari stasiun naik becak dan berhenti pas di samping kios mie ayam tersebut, yang sudah penuh pengunjung.
Tapi jangan salah, walau penuh, pelayanannya cepat, jadi nggak perlu nunggu lama-lama untuk mendapatkan semangkuk mie ayam.
Model mie ayamnya adalah mie yamin yang manis, jadi buat yang nggak suka manis bisa ditambah kuah. Mienya enak, kenyal dan lembut, topingnya daging ayam cincang dan bawang goreng, lumayan banyak. Top deh. Kualitas mienya emang bagus, soalnya waktu dimakan keesokan harinya (gw bungkus untuk dibawa pulang) mienya tetap kenyal dan rasanya hampir nggak berubah. Untuk bihun baksonya rasanya standard. Selain mie ayam, es telernya juga enak, walau agak manis, tapi kelapa yang dipakai kualitasnya bagus, empuknya pas, alpukatnya berlimpah dan nangkanya manis.
Setelah makan mie ayam, tujuan berikutnya adalah ke rumah sakit Azra, jenguk anaknya teman yang sedang dirawat karena DB. Dan setelah dari sana langsung balik lagi ke stasiun supaya nggak kesorean.
Dalam perjalanan ke stasiun, mampir dulu di depan Istana Bogor karena melihat ada rusa yang bisa diberi makan dari balik pagar. Raiyan semangat banget mengelus-ngelus dan memberi makan rusa yang sudah jinak. Di situ ada penjual wortel dan kangkung, yang menjual 1 ikat kangkung dan 1 ikat wortel isi 3 batang, dengan harga Rp 500,-
Tapi sebenernya boleh nggak ya, rusa Istana Bogor ini dikasih makan, soalnya ibu penjual makanan tadi juga manggil-manggil rusa yang ada di tengah lapangan. Mungkin supaya banyak anak-anak datang karena banyak rusa yang bisa dikasih makan.
Perjalanan ke stasiun dilanjutkan dengan naik becak dan beruntung hanya menunggu beberapa menit, datanglah kereta AC Pakuan ke Jakarta. Hore! Mana keretanya lumayan kosong pula. Enak deh, legaaa... 30 menit perjalanan sudah sampai di stasiun Gambir lagi. Lebih cepat dari waktu berangkat.


17 comments:

  1. ini porsinya Raiyan yaa?!!

    ReplyDelete
  2. waah keretanya assik,, Raiyan ampe bsa duduk selonjoran gini ya?!! hhehee

    ReplyDelete
  3. haha.. senang bgt ekspressinyaa :P

    ReplyDelete
  4. ooh penumpang.. kirain sapaa gt.. hehehe!
    ibu sama anak kompak sekalii foto berda ditengah orang tidur..

    ReplyDelete
  5. hoho... gw tau Raiyan semangat naek kereta karena Thomas kaann?!!

    hiduup Raiyaann!! (looh?!!)

    ReplyDelete
  6. body guard sih sampe dua orang,
    tapi koq pada tidur seech, udah pecat aja dah !

    ReplyDelete
  7. body guard sih sampe dua orang,
    tapi koq pada tidur sih,
    udah pecat2in aja dah ! he3

    ReplyDelete
  8. Anak lo kalo lg begini, lutjtu bener dech :p

    ReplyDelete
  9. Rayan ga bocen didalam kereta - secara lo bilang ma g dia pembosan *ingetkejadiandigebyarwisatadanwarungmieaceh*

    ReplyDelete
  10. vit, rajin euy sampe nyambangin mi apollo :D

    ReplyDelete
  11. kan paling deket dari stasiun... :)

    ReplyDelete
  12. itu karena ga dibikinin loncing gres, dia bikin loncing sendiri hihihihi
    Kita mo bikin kok vit, tour de bogor ... bener janjiiii ... :P

    ReplyDelete
  13. Makasih untuk cerita kereta api bogor ini, jadi dapat ide untuk si kecilku nanti.

    ReplyDelete